BPS Sumbar Nyatakan Inflasi Di Kota Padang Stabil

JURNALISSUMBAR| PADANG- Badan  Pendataan Statistik (BPS- Sumatera Barat) menyampaikan tingkat inflasi  bulan Desember 2018,  untuk kota Padang mengalami inflasi sebesar  0,16 persen dan kota Bukittinggi   tercatat  inflasi sebesar 0,41.
Lebih lanjut, Secara nasional Inflasi year on year pada Desember 2018 tercatat 3,13%. Inflasi inti atau core inflation tercatat 3,07% (year on year). Data ini disampaikan oleh Kepala BPS Sumbar Dr.Ir. Sukardi, M.Si.  pada jumpapers  aula BPS Sumbar khatib sulaiman Padang,selasa  (2/1)
"Inflasi terjadi di 80 kota diIndonesia,  Sedangkan Sumbar hanya  kota Padang inflasi stabil disbanding Kota Bukittinggi yang deflasi," kata  Sukardi
Untuk kota Padang Inflasi dipicu oleh kenaikkan  harga ticket pesawat pada Desember 2018 karena akhir tahun dan libur sekolah atau kerja.

“Dengan perubahan harga ticket mencapai 26,10 persen dan andil terhadap inflasi mencapai 0,28 persen," kata Kepala BPS Sumbar 

Bulan  Desember 2018 Padang mengalami inflasi sebesar 0,16 persen dengan angka inflasi tahunan 2,55 persen atau relatif terkendali.

Tidak hanya dipicu oleh tiket pesawat, kenaikan bawang merah dan daging ayam ras turut berkontribusi menyumbang inflasi di Padang pada Desember 2018 dengan andil 0,087 persen dan 0,080 persen.

Selain itu komoditas beras, telur ayam ras, ayam hodup, mobil , teri, sepat dan baju kebaya juga ikut andil menyumbang inflasi, kata dia.

Sebaliknya sejumlah komoditas mengalami penurunan harga pada Desember 2018 yaitu cabai merah, kentang, kelapa, emas perhiasan, jengkol, kangkung, buncis, pasta gigi, belut dan lainnya.

Sukardi menyampaikan pada Desember 2018 dari 23 kota di Sumatera semua mengalami inflasi dan yang tertinggi berada di Pangkal Pinang sebesar 1,88 persen dan terendah di Banda Aceh 0,02 persen.

Sementara Padang menduduki urutan ke-19 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera dan urutan 75 secara nasional.

Sebelumnya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Barat menilai perlu penambahan rute penerbangan dari Jakarta ke Padang untuk menekan harga tiket yang tergolong mahal akibat tingginya permintaan.

"Info dari maskapai, tahun ini tingkat keterisian pesawat lumayan tinggi, ini menyebabkan tiket mahal, jika pemerintah provinsi ingin meningkatkan kunjungan wisatawan solusinya penambahan jadwal penerbangan," kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.

Menurutnya dibandingkan dibandingkan rute Pekanbaru-Jakarta dengan Padang-Jakarta yang jaraknya relatif tiket ke Padang jauh lebih mahal.

"Ini terjadi karena hukum pasar saat permintaan tinggi harga naik, menandakan orang juga ramai ke Padang, maskapai tentu saja akan mengambil untung karena dijual mahal saja laku," katanya.


No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang