Aznil Tan : Perseteruan Pendapat Berbau Sara Perlu Segera Kita Akhiri



Jurnalistsumbar.com........................................Jakarta, JENIUS. - Jauh sebelum NKRI berdiri, peranan para raja dan sultan sangatlah penting dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Itulah mengapa kehadiran mereka menjadi tak terpisahkan dengan historis Tanah Air. Karena para raja, sultan dan pemangku adat se Nusantara sangat penting perannya dalam menjaga kedamaian dan kerukunanIndonesia serta komitmen perjuangan ekonomi rakyat.

Demikian disampaikan, Ketua Umum Persemakmuran Pewaris Nusantara, KGPH Eko Gunarto Putro dalam diskusi bersama Direktur Nusantara Development Incorporated (NDI), Erdian Widodo Drajad, ST dan Koordinator Nasional Poros Benhil, Aznil Tan di Tiku Cafe, Benhil, Jakarta Pusat. “Berbicara Kerukunan Anak Bangsa, berarti kita membangkitkan kembali Jati Diri masyarakat Nusantara yang BERBUDI LUHUR, Guyub, Rukun, Musyawarah dan gotong royong,” imbuh Kangjeng Eko.

Oleh karena itu, Kangjeng Eko sangat MENGAPRESIASI, rencana Koordinator Nasional Poros Benhil, Aznil, akan  melakukan Silaturrahmi keliling Nusantara untuk menemui Raja, Sultan, Pemangku Adat dan Tokoh Agama dalam upaya meminta saran dan masukan dari Beliau-beliau Yang Mulia itu tentang cara dan langkah yang harus dilakukan agar perbedaan pandangan politik di tengah masyarakat tidak berubah menjadi GESEKAN SOSIAL.

Dalam kaitan itu, Koordinator Nasional Poros Benhil, Aznil, menyampaikan KEPRIHATINAN melihat situasi dan kondisi di tengah masyarakat jelang Pemilu serentak 2019. Karena itu, Aznil mengingatkan harus ada upaya serius dari seluruh elemen masyarakat yang PEDULI kepada KEUTUHAN NKRI untuk mengakhiri perseteruan pendapat berbau SARA menyambut PEMILU 2019 agar berjalan damai dan rukun. 

“Maka, kami merekomendasikan agar Pemerintah/Presiden siapapun yang memimpin republik ini harus menindak tegas perbuatan-perbuatan intoleransi, persekusi, terorisme dan politik SARA sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Aznil.

Selanjutnya, kata Aznil, pemerintah harus mengembalikan kurikulum Pendidikan Moral Pancasila dan budi pekerti dengan harapan terciptanya generasi bebas dari intoleransi dan sentimen SARA. Kita pun harus Menghilangkan dikotomi negatif terhadap anak bangsa. Seiring dengan itu perlu meningkatkan peran masyarakat untuk terciptanya kerukunan dan perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berdasarkan Pancasila. 

“Dalam kaitan itulah, perlunya dilakukan REKONSILIASI ANAK BANGSA berbagai kalangan suku, agama, ras dan Antar Golongan dari Sabang sampai Merauke berikrar bersama sebagai anak bangsa untuk kedepan tidak ada lagi pertikaian SARA,” pungkas Koordinator Nasional Poros Benhil itu.(Rajo) 

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang