Hendra Irwan Rahim, Proyek Geothermal Tidak Akan Menyengsarakan Masyarakat Gunung Talang


JURNALIST SUMBAR| SUMBAR-Untuk menindaklanjuti  masalah proyek pembangunan pembangkit panas bumi Geotermal  di gunung Talang  pimpinan DPRD Sumbar mengundang wakil bupati kabupaten Solok Yulfadri Nurdin, SH,, ketua DPRD Kabupaten Solok Yondri Samin , Ninik Mamak dan KAN nagari Batu Bajanjang,  serta sejumlah wali nagari di wilayah itu, LBH dan sekaligus LSM  lingkungaan Walhi.
Guna penyelesaian pro dan kontra pembangunan pembangit panas bumi Geothermal di Gunung Talang yang menyisakan masalah hingga ke ranah hukum.
Rapat koonsilidasi yang dipimpin oleh ketua DPRD Sumbar, H. Hendra  Irwan Rahim pada Selasa (14-2) di gedung DPRD Sumbar, menyimak bahwa permasalahan ini merupakan kurangnya sosialisasi pemerintah daerah dengan masyarakat yang awam akan manfaat dan keuntungan proyek pembangkit panas bumi  yang sedang dibangun di Gunung Talang.
Ia menerangkan dengan tegas “ bahwa proyek Geothermal ini bukan saja untuk masyarakat kabupaten Solok saja tapi untuk kita semua masyarakat di Sumbar,” kata Hendra
Namun, ketua DPRD Sumbar meminta semua elemen untuk tidak masuk lebih jauh kedalam ranah hukum terutama kepada Lembaga Bantuan Hukum ( LBH) Sumbar  dan LSM Walhi, agar masalah ini cepat selesai.
Biarkan pihak DPRD Sumbar dan pemerintah daerah   menyelesaikan masalah ini dengan memberikan penyadaran serta pemahaman ke masyarakat yang menentang bahwa dalam pembangunan pembangkit panas bumi geothermal tidak merugikan tanah ulayat dan ekonomi masyarakat disekitar gunung Talang.
Dan menjamin proyek ini, tidak menyengsarakan masyarakat di kabupaten Solok,” katanya tegas.
Yang jelas bahwa hasil positif dari proyek pembangkit panas bumi  sangat baik untuk menyuburkan tanah pertanian, sumbar tenaga listrik dan air bersih. Imbuh ketua DPRD Sumbar lagi.
Untuk menjawab  permasalahan, pada kesempatan ini DPRD Sumbar mengundang team ahli dan pakar geothermal Yunus Daud dari UI, dan Rika dari ITB Bandung, dan sekaligus memberikan paparaannya tentang ilmu Geothermal pada pertemuan ini. Selasa ( 14-2) di Gedung  Bundar.
Wakil Bupati kabupaten Solok, Yulfadri Nurdin, SH,mengakui bahwa  masyarakat awam belum mengetahui apa keuntungan dari pembangunan proyek geothermal ini, sehingga masyarakat mudah dikompori oleh pihak-pihak yang tidak betanggung jawab.
Malah ada masyarakat mengira bahwa lahan 27 ribu  hektar yang di petakan oleh Pihak ketiga akan berakibat terusirnya mereka dari kampung halamannya dan juga berdampak pada kesediaan air permukaan,” jelasnya.
Tapi jangan khawatir bahwa pembangunan proyek Gethermal ini tidak merusak sumbar air minum dan hilangnya lahan pertanian karena dalam pembangunan ini hanya 10 hektar saja lahan yang digunakan. Kata wabup
Wabup mengajak pemerintah daerah dan DPRD untuk memberikan  sosialisasi dampak positifnya pembangunan proyek geothermal terhadap masyarakat Solok dan pembangunan Sumbar kedepan agar tidak ada gejolak lagi.
Karena bila proyek ini selesai, PT PLN  sudah melakukan MoU dengan pihak ketiga ini dalam mengembangan sumber energi panas bumi untuk ketenagalistrikan di Sumbar.
#Fal


No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang